WAJAH BAHASAKU KINI

Pandangan Tentang Maraknya Penggunaan Bahasa Indonesia yang Tidak Baku di Kalangan Anak Muda dan Solusinya

 

Menurut saya maraknya penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baku dikalangan anak muda dikarenakan perhatian orang tua terhadap perkembangan anaknya. Pengaruh utama dari segi pengucapan bahasa sehari-hari dan bagaimana orang tua menanggapi perkataan anaknya.

Pengaruh lingkungan yang mendominasi perkembangan anak- anak zaman sekarang yang lebih menggunakan bahasa gaul. Bahasa yang digunakan oleh anak muda pada umum nya ini muncul dari kreatifitas mengolah kata baku dalam bahasa Indonesia menjadi kata yang tidak baku (bahasa gaul) dan cenderung tidak lazim. Bahasa gaul kita dapati dimana saja, karena bahasa gaul dapat timbul di iklan televisi, lirik lagu remaja, novel remaja dan banyak lagi. Inilah pernyataan bahwa tumbuhnya bahasa gaul ditengah keberadaan bahasa Indonesia tidak dapat dihindari, ini karena pengaruh perkembangan teknologi yang terus berkembang dank arena bahasa gaul dipakai anak muda kebanyakan, maka cepat atau lambat bahasa Indonesia akan bergeser keberadaannya.

Serta banyaknya sekolah dan instansi pendidikan yang memperbolehkan anak-anak didik menggunakan bahasa sehari-hari dalam kegiatan sekolah/pendidikan yang membuat anak muda zaman sekarang sudah biasa menggunakan bahasa sehari-hari.

Solusi mengatasi maraknya penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baku

 

Kesadaran orang tua untuk mengajarkan kepada anak-anak nya untuk membiasakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang dimulai dari awal pertumbuhan, sehingga di saat remaja mereka mempunyai jati diri bahwa bahasa yang mereka punya itu adalah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebaiknya orang tua juga perlu memperhatikan lingkungan yang mempunyai tutur bahasa yang baik. Begitu pun dikalangan pendidikan setiap guru tidak hanya guru bahasa Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, melainkan seluruh guru pelajaran yang lain mulai dari sekarang untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.  

OPINI TENTANG NARKOBA

Oponi tentang Narkoba

 

 

Belakangan ini terjadi perang urat saraf antara dua kelompok dalam menyikapi rancangan aturan pengendalian tembakau. Kelompok yang prorancangan dengan konsisten berargumen, rokok adalah ancaman nyata terhadap kesehatan dan sekarang makin mengancam usia remaja. Kelompok ini berhasil membongkar upaya penghilangan “ayat tembakau” (yang menyatakan tembakau sebagai zat adiktif) di DPR. Kelompok ini juga gencar menyuarakan pembatasan iklan rokok, seperti penambahan foto tubuh korban akibat merokok secara mencolok pada bungkus rokok sampai pada upaya untuk melarang iklan rokok di televisi. 

Sebaliknya, kelompok yang kontra tak kalah cerdik. Dengan dukungan pabrikan rokok, kelompok ini dengan gencar menyuarakan kepentingan ekonomi para petani tembakau dan para buruh pada pabrik-pabrik rokok kecil yang terancam nasibnya jika rokok dimusuhi. Hebatnya lagi, kelompok ini bahkan merilis “temuan” bahwa dalam tembakau, terdapat kandungan zat yang mendukung kesehatan tubuh manusia. Gongnya, menerbitkan buku Membunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek.Intinya, pembelaan terhadap eksistensi industri rokok kretek.

Kelompok antitembakau makin mendapat hantaman ketika Presiden SBY memberikan grasi kepada Schaphelle Leigh Corby. Si “Ratu Ganja” dari Australia ini mendapat kortingan 5 tahun dari total hukuman 20 tahun penjara yang diterimanya. Inilah yang membuat mantan Menkum HAM Yusril Ihza Mahendra bersama Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) langsung mengajukan gugatan ke PTUN. 

Penyalahgunaan zat psikotropika atau narkotika dan obat terlarang (narkoba) disejajarkan dengan korupsi, digolongkan sebagai extraordinary crime alias  kejahatan luar biasa. Cakupannya meliputi ganja, kokain, crack-cocaine, marijuana, hasis, segala macam pil koplo, dan sabu. 

Menurut the American Psychiatric Association’s, penyalahgunaan zat psikotropika ini meliputi: penyalahgunaan, ketergantungan, dan illicit drugs. Istilah “penyalahgunaan” merujuk pada pola penggunaan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi. “Ketergantungan” merujuk pada riwayat penyalahgunaan dan penggunaan yang berlanjut. “Illicit drugs” lebih merujuk pada marijuana, hasis, kokain, inhalan, halusinogen, heroin, ATS (amphetamine-type stimulants, seperti amphetamine, methamphetamine, danecstasy) dan obat jenis resep yang digunakan secara nonmedis. 

Semua bertautan. Pemakai awal rokok dan alkohol punya kemungkinan lebih besar terperosok menjadi pengguna zat haram di atas. Perilaku buruk sering diawali dengan perilaku yang hanya “agak buruk”, tapi dilakukan secara terus-menerus. Contohnya, perilaku “agak buruk” seperti merokok dan minum alkohol yang dilakukan sejak remaja dan terus-menerus dengan mudah akan meningkat menjadi perilaku yang lebih fatal, seperti pemakai dan akhirnya pecandu narkoba. 

Di AS dilaporkan, awal konsumsi rokok dan alkohol terjadi pada usia 12 tahun dan penggunaan narkoba pada usia 21 tahun. Sebesar 18 persen remaja lulusan sekolah menengah umum adalah perokok. Ada 17 juta orang usia 12 tahun ke atas yang mengalami ketergantungan alkohol dan zat nikotin tembakau. Untuk usia lebih dari 12 tahun, angka prevalensi perokoknya 14-44,9 persen. Pada peminum alkohol , untuk usia 12 tahun ke atas, sebanyak 6,3 persen adalah pecandu alkohol berat. 

Alkohol dan tembakau mengancam kesehatan, berisiko meningkatkan penyakit kanker, jantung koroner, stroke, dan TBC. Sebagian konsumen rokok dan alkohol itu akan mudah terjerumus menjadi pengguna zat haram lain seperti kokain, heroin, pil koplo, dan sabu. Bahkan, pada remaja perempuan yang biasa merokok, itu merupakan petunjuk prediktif untuk penggunaan zat haram berikutnya. 

Makin dini seorang remaja mulai merokok dan minum alkohol makin besar kemungkinan untuk menjadi pengguna zat haram lain. Perempuan alkoholik lebih gampang terjerumus menjadi pencandu amfetamin (pil koplo) ketimbang lelaki alkoholik.

Mengapa Menjadi Pecandu? 

 

Dulu banyak yang berpendapat, mayoritas remaja mengonsumsi narkoba atau miras karena latar belakang sosial yang buruk, seperti keretakan keluarga dan kemiskinan. Tapi, sekarang argumen ini sangat lemah. Banyak sekali remaja dari keluarga yang mapan dan harmonis yang menjadi pecandu narkoba. Mengapa usia remaja rawan terjerumus? Remaja memiliki karakter alamiah, yaitu kecepatan pertumbuhan-perkembangan biologis dan psikologis. Inilah yang membuatnya rentan pada berbagai pengaruh negatif. Apalagi pengaruh buruk ini mengepung dari berbagai sudut. 

Penyalahgunaan zat psikotropika ini bisa menghancurkan generasi. Kekuatan SDM bangsa kita makin lemah karena makin meningkatnya generasi koplo. Tubuh mereka rentan terserang penyakit. Sekitar separo kasus AIDS berasal dari pengguna obat injeksi. Separonya lagi disebabkan oleh infeksi karena penularan heteroseksual, tapi berkaitan dengan penggunaan narkoba.

Anggaran negara yang dialokasikan untuk merawat dan menyembuhkan para korban koplo ini jauh lebih besar ketimbang seluruh uang yang sudah dipakai untuk membeli barang haram ini. Singkatnya, para pencandu ini mengeluarkan X rupiah untuk berkoplo ria, tapi negara terpaksa mengeluarkan XXX rupiah untuk menangani dan merawat mereka. Lebih banyak lagi anggaran negara yang dikeluarkan untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan. 

Pencandu sebagai Korban? 

Bisakah kita memakai pendekatan lain? Misalnya, bisakah penyalahgunaan obat ini diposisikan sebagai masalah penyakit medis, bukan sebagai kejahatan? Langkah ini bermaksud menghargai yang bersangkutan sebagai individu, bukan mengecam mereka atas perilakunya. Masyarakat harus mendorong mereka untuk memutuskan berhenti menggunakan narkoba, memberikan dukungan yang diperlukan untuk kembali ke kehidupan yang sehat. 

Dengan layanan medis, kejiwaan, dan dukungan sosial, diharapkan dapat tercipta sistem perawatan dan layanan yang selanjutnya bisa menurunkan angka kecanduan. Dokter dan tokoh masyarakat harus menjawab tantangan ini secara proaktif dan  mengadvokasi di komunitasnya. Ingat bahwa masyarakat tidak mampu menanggung konsekuensi dari kegagalan merangkul seluruh anggotanya yang berperilaku negatif. Jangan sampai masyarakat lantas diam pasif dan hanya menunggu tindakan pemerintah. Janganlah kita berdiam diri dan pasrah saja menunggu makin besarnya jumlah generasi koplo. 

 

tulisan bebas

BERSAMAMU IBU

Lupakah aku mengucapkan kata maaf
atau sekedar kata ‘Terimakasih’
untuk mu Ibu
yang menemani ku selama ini

Tak terhitung hari dilewati bersama
dengan banyaknya permohonan yang didoakan
dan mimpi mimpi tuk diwujudkan
bersama..

Ibu..
Saat ku coba berbuat hal baik padamu
saat itu juga engkau buat hal terbaik terhadapku..
Saat ku coba meringankan langkahmu
saat itu juga kau buat langkahku lebih ringan bersamamu

dan dengan demikian
akupun akan selalu berusaha
memberi yang terbaik pada mu
agar doa doamu menyertaiku

Dan pada hari esok yang kau lalui
ku harap kau menyambut indahnyaa hadirku
meski itu yang terakhir buat mu

Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional

Pengertian Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh Rumah Tangga Keluarga /RTK di suatu negara pada periode satu tahun yang dapat diukur dengan nilai uang.

Konsep Pendapatan Nasional

1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan.

2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
Rumus :GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri

3. NNP (Net National Product)
NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu,setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
Rumus : NNP = GNP – Penyusutan

4. NNI (Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Rumus : NNI = NNP – Pajak tidak langsung

5. PI (Personal Income)
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
Rumus : PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )

6. DI (Disposible Income)
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
Rumus : DI = PI – Pajak langsung

Metode penghitungan Pendapatan Nasional

1. Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara.
b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun.
c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.

2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara.
b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi.
c.Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara.
d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.

3. Perhitungan Pendapatan Nasional
a. Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu.
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]

b. Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage,interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
Y = r + w + i + p

c. Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
Y = C + I + G + (X – M)

Masalah dan keterbatasan perhitungan PDB

Semua negara di dunia menghitung PDB untuk kinerja perekonomiannya. Walaupun begitu , data PDB perlu dilihat secara hati-hati karena ada beberapa hal yang tidak dapat diakomodasikan sehingga tidak dapat menjadi satu satunya indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan suatu negara .

Masalah PDB
Permasalahan PDB terletak pada pembandingan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan suatu negara dari tahun ke tahun , akan terjadi bias jika kita salah menggunakan perhitungan PDB .

Keterbatasan Perhitungan PDB
PDB tidak memasukan memasukan transaksi yang terjadi pada “underground economy” (perekonomian bawah tanah). Perekonomian seperti sektor informal atau sektor illegal seperti penjualan narkoba , dan sektor lain yang sulit tercatat oleh negara tidak masuk dalam perhitungan PDB . Ini menyebabkan nilai PDB cenderung dapat undervalued (lebih rendah) dari yang seharusnya .

PDB tidak selalu mencerminkan ukuran kesejahteraan sosial suatu negara
PDB hanya mngukur berapa banyak output yang diproduksi di suatu negara dan bagaimana sturktur serta perkembangannya antarwaktu . Untuk mengukur kemakmuran suatu negara , PDB merupakan indikator yang cukup baik . Akan tetapi , kesejahteraan suatu negara lebih kompleks dari hanya sekedar pendapatan yang tinggi . Beberapa indikator untuk menunjukan tingkat kesejahteraan adalah tingkat pengangguran , tingkat kematian ibu dan bayi , angka harapan hidup , tingkat buta huruf , dan lain-lain perlu diperhatikan juga .

PDB tidak mencerminkan pemerataan pendapatan. Nilai PDB suatu negara tidak dapat menunjukan apakah pendapatan nasional tersebut terbagi secara merata diantara penduduknya atau tidak . Bebarapa negara mengalami ketimpangan ekonomi yang besar dengan sebagian kecil penduduk menikmati sebagian besar PDB . Beberapa indikator lain perlu digunakan untuk melengkapi data PDB yang menunjukan ketimpangan yang terjadi, salah satunya adalah Koefisien Gini.

Tulisan

MESKI TANPA CINTA (CINTA)

Gelap seperti layar dengan seribu syair.
Sunyi berpencar dan mengalir.
Dari para sang perindu lewat mata berair.
Dari tiap kesepian hati mengukir.

Mulai ku lihat jejak tertunduk.
Di antara sudut lutut memeluk.
Mereka terduduk.
Menengadah tatap berhujan ratap.
Mengusap sesak hati tak bersayap.
Dalam tangis hanya rindu sosok harap.

Sorot senja terhapus.
Dan dia pupus.
Tersenyum untuk hati meski tergerus.
Dan semua hanya tersisa dalam wadah rindu berumus.
Tak terpecahkan, hanya menjadi kesendirian menjerumus.
Aku hanya mampu berkata pada kalian, meski tanpa cinta “YOU NEVER GONNA BE ALONE”.

STRUKTUR PASAR

STRUKTUR PASAR

Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna adalah pasar di mana penjual dan pembeli sangat banyak sehingga harga tidak dapat ditentukan oleh seseorang melainkan oleh kekuatan penawaran dan permintaan.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:
a) pembeli dan penjual banyak sehingga penjual dan pembeli secara perseorangan tidak dapat sesukanya menentukan harga di pasar
b) barang yang diperjualbelikan bersifat homogen
c) pemerintah tidak ikut campur dalam pembentukan harga
d) pembeli bebas memilih produk
e) penjual dan pembeli mengetahui keadaan pasar.

Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai perdagangan barang atau jasa. Satu penjual tersebut menguasai penjualan sehingga mereka bebas menentukan harga dan barang yang dijualnya.
Ciri-ciri pasar monopoli:
a) hanya ada satu penjual
b) pembeli tidak punya pilihan lain dalam membeli barang
c) tidak ada perusahaan yang dapat membuat barang substitusi yang sempurna
d) harga ditentukan oleh perusahaan.

Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu pasar di mana hanya terdapat sedikit penjual yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak.
Ciri-ciri pasar oligopoli:
a) hanya ada beberapa perusahaan yang mendominasi pasar
b) barang yang dihasilkan atau dijual bersifat sama
c) sulit untuk masuk ke pasar karena investasinya tinggi
d) timbulnya pasar oligopoli ini disebabkan proses produksi menuntut dipergunakannya teknologi modern yang mendorong ke arah produksi secara besar-besaran sehingga persaingan melalui iklan sangat kuat.

Pasar Monopolistis
Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.

PUISI

TAUBAT TERAKHHIR

Dia berandai andai meraih mimpi. .
Tapi, dia terpeleset ke dunia yang tak berarti. .

Dia menggila karena judi
Terus. . dan terus memakai. .

Dia tak peduli kata hati. .
Bisikan syetan yang terus dituruti. .

Peringatan demi peringatan yang diberi. .
sering dia hindari. .
dia tak peduli azab yang dia alami nanti. .

Suatu hari, dia tak menyadari. .
Ombak sangat besar datang menerjang tak peduli. .

Dia berteriak. . . tak satupun orang yang benghampiri. .

Dia merasakan kesakitan sendiri. .
Dia menangis berdiri. .
Dia tergeletak, dia menahan kesakitan penuh ambisi. .

Sebelum wktu menghampiri. .
satu kata dalam hati, “ Tuhan ampuni hamba-Mu ini. .”